INSPIRASI SHALIHAH - Kenapa saya suka menulis di grup facebook ini? Salah satu tujuannya supaya teman-teman Muslimah ikutan menulis. Kenapa? Manfaatnya buanyak banget. Masih jarang yang tahu, menulis itu menyehatkan dan membahagiakan. Menulis itu obat penat yang paling tepat. Segala unek-unek kita tumpahkan dalam tulisan.
Yang paling penting, Muslimah mesti menulis itu agar segala pengalaman hidupnya bisa dibagikan kepada yang lain. Agar orang lain dapat merasakan kesegaran sesaat setelah membaca tulisan kita. Tentu pengalaman orang berbeda-beda. Nah karena pengalaman yang berbeda-beda itulah satu sama lain bisa saling menginspirasi.
Saya, laki-laki, bagaimana pun menulis tentang tema kemuslimahan tetep akan terasa 'kurang', karena saya nggak bisa merasakan dan mengalami sendiri. Beda kalau yang menulis itu teman-teman Muslimah langsung, pesan tulisannya akan cepet ngena. Ya karena betul-betul merasakan. Jadi, bagaimana pun saya menulis tentang kemuslimahan, analisa tulisan saya hanya didapat dari bacaan dan pengalaman orang lain yang saya dapatkan.
Beneran, saya begitu mendambakan banyak teman Muslimah yang menulis. Menulis apa saja untuk kebaikan. Apalagi saya yakin, jika menulis bagi Muslimah itu bisa dibilang sebuah kebiasaan. Contohnya kebiasaan curhat lewat buku catatan harian atau diary. Saya banyak menemukan teman-teman Muslimah yang sanggup menulis buku harian begitu banyak. Setiap penggal kehidupan yang dirasakan tak segan ia tuliskan.
Saat saya baca hasil dari coretan sederhana di buku diary itu, kualitas tulisan mereka bagus-bagus. Para Muslimah menulis dengan tulus, mengalir, dan unik. Ya karena tulisan itu betul-betul ditulis dengan hati. Kualitas tulisan yang bisa bikin pembacanya menangis, bahkan tertawa kegirangan, sesuai pengalaman yang dirasakan.
Begitulah. Sekali lagi, coba dibongkar-bongkar lagi harta karunnya, buku-buku diary lama semasa dulu SD, SMP, SMA, kuliah, sampai sekarang. Jangan-jangan itulah tulisan paling berharga, yang saat nantinya ditawarkan ke penerbit, penerbit akan langsung menerimanya untuk dijadikan buku.
Kebanyakan dari teman-teman Muslimah sering merasa minder atau kurang pede. Takut tulisannya jelek, takut tulisannya nggak ilmiah, de-el-el. Padahal, sebuah kualitas tulisan itu bisa dinilai bagus atau nggaknya kalau khalayak bisa membacanya. Orang lainlah yang akan menikmati dan menilai tulisan kita. Jadi belum apa-apa sudah takut duluan, minder duluan, nggak pede duluan.
Saya nggak peduli, teman-teman Muslimah berprofesi sebagai apa. Nggak penting. Kalian mau jadi pelajar, mahasiswa, pedagang, ibu rumah tangga, dan apapun lainnya, menulis itu harus. Mulai dari yang sederhana, dari yang dekat, dari apa yang kita lihat. Misalnya, kalian yang sedang menjadi ibu rumah tangga muda, siap-siap untuk menulis segala kesan dan pengalaman menjadi ibu rumah tangga muda. Tulislah apa adanya, tulislah apa yang dirasakan. Insya Allah menyenangkan.
Saya senang, kalau banyak teman Muslimah yang suka menulis. Menulis apapun, menulis puisi, cerpen, atau catatan harian. Bayangin aja, seorang ibu rumah tangga, yang setiap hari kerjaannya seabrek, ngurusin anak-anak yang super aktif, dan segala pekerjaan lainnya, ia malah pandai memanfaatkan peluang, peluang untuk dituliskan. Ia membuat tulisan-tulisan sederhana, tips-tips jitu untuk menjadi ibu rumah tangga yang inspiratif. Sehingga kalau ada sesama ibu rumah tangga yang sedang kesulitan urus rumah dan anak, saat membaca tulisan kita, mereka kemudian bahagia, mendapatkan solusinya. Nulis yuk!
.jpg)
0 Response to "Muslimah Menulis Part 2"
Post a Comment