Perempuan Kok Gitu?

INSPIRASI SHALIHAH - Namanya Nyai Hj. Masriyah Amva, beliau salah seorang pimpinan pesantren Kebon Jambu di Cirebon. Belum lama ini mendapatkan penghargaan dari Aliansi Jurnalis Indonesia. Sebelum penghargaan ini, juga diberi penghargaan oleh Kementerian Agama RI. Sebagai perempuan Muslimah yang konsisten membela pendidikan, perempuan, dan kemanusiaan.
 
Ada banyak santri yang diasuhnya. Sampai hari ini tidak kurang dari 1.000 santri berada di bawah kepemimpinannya. Yang menarik, Bu Nyai juga produktif menulis buku. Tidak kurang dari 12 buku sudah berhasil ia tulis. Selain buku-buku puisi, ia juga menulis tentang pengalaman hidupnya selama ini. Selama menjadi perempuan, istri, dan Nyai yang harus mengarungi hidup yang penuh dengan lika-liku. Lika-liku hidup yang pahit, menyakitkan, dan penuh fitnah.
Perempuan Kok Gitu?
 
Salah satu kenyataan yang tidak lazim dialami perempuan adalah Bu Nyai tidak bisa memasak, malas mencuci pakaian, dan mengurusi rumah tangga tangga lainnya. Di banyak bukunya itu, Bu Nyai mengungkapkan secara jujur bahwa ia memang tidak bisa mengerjakan pekerjaan rumah tangga sebagaimana istri pada umumnya. Bu Nyai sempat khawatir, jika suaminya marah. Tetapi ternyata tidak, suaminya; KH. Muhammad, tidak pernah protes, apalagi marah-marah. Sang suami malah, yang justru sering urus rumah tangga, belanja ke pasar dan lainnya.
 
Mungkin sebagian dari kita merasa aneh dan mempertanyakan; perempuan kok gitu? Ya karena biasanya perempuan itu dipastikan identik dengan pekerjaan rumah tangga. Sehingga kalau ada perempuan/istri yang nggak becus urus rumah tangga dianggap kelemahan yang fatal.
 
Sejak lama saya juga beranggapan demikian. Saya tidak terima kalau ada perempuan yang malas atau nggak mau urusin kerjaan rumah tangga. Karena perempuan itu sudah sejak lama kerjaan ya di dalam rumah tangga. Urus semua keperluan rumah tangga. Merasa aneh dan risih kalau ada perempuan kok nggak mau kerjakan urusan rumah tangga. Lihatnya enek malah. Hehe.
 
Tetapi seiring berjalan waktu, saya terus belajar, terus sampai sekarang, urusan rumah tangga memang bukan mutlak urusan perempuan. Tetapi juga menjadi urusan laki-laki. Laki-laki juga harus belajar mengurus rumah tangga. Kalau belum bisa bantu secara penuh, ya belajar bertahap, yang penting ada bantunya. Jangan sampai tidak mau bantu sama sekali.
 
Tetapi juga perlu saya tegaskan, meskipun urusan rumah tangga bukan mutlak urusan perempuan, tapi perempuan harus tetap urus rumah tangga. Bukan untuk lepas tangan. Sampai hari ini pun, harus saya akui, perlu waktu dan kesabaran kalau menemukan teman perempuan yang malas urus rumah tangga. Perempuan itu malah menjadi sosok yang nggak rapi, nggak cekatan, nggak telaten. Akhirnya, yang ada gemes dan jengkel, hehe. Jadi tetap, perempuan harus bisa urus rumah tangga, apalagi masih banyak para laki-laki yang masih merasa paling unggul karena budaya patriarkhi yang akut. Yang paling penting, jangan berhenti belajar, belajar bisa urus rumah tangga, baik laki-laki maupun perempuan.

0 Response to "Perempuan Kok Gitu?"

Post a Comment